Materi Inti

A.  Kalor
Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang mengalir dari suatu zat ke zat yang lain akibat adanya perbedaan suhu, tentunya dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Karena suhu benda sebanding dengan kandungan kalor yang dimilikinya, yakni energi gerak atom atau molekul yang dapat terdiri dari translasi, rotasi, maupun vibrasi (Ishaq, 2007:236). 
 berikut adalah data kalor jenis:



Kalor dalam bahasan di atas adalah besar kalor yang digunakan benda untuk menaikkan suhu benda itu sendiri. 


Kedua efek yang disebabkan oleh kalor di atas, yakni meningkatkan suhu dan merubah wujud zat, digunakan dalam pemahaman lebih jauh mengenai Azas Black. Yaitu apabila zat A dan zat B yang mulanya memiliki suhu masing-masing tA dan tB dicampurkan secara baik sehingga pertukaran kalor terjadi sempurna, maka akan terjadi pertukaran kalor secara terus-menerus sampai kedua zat mencapai kesetimbangan termal yang ditandai dengan suhu keduanya sama besar. Di dalam kasus ini dianggap tidak ada kalor lain yang masuk atau pun keluar dari sistem. 


Selain meningkatkan suhu dan merubah wujud zat, kalor juga dapat membuat benda memuai. Benda memuai karena suhu benda tersebut meningkat. Sehingga pemuaian secara langsung merupakan efek dari kenaikan suhu benda itu sendiri. Dan jika suhu benda kembali pada kondisi semula, benda juga akan menyusut kembali ke bentuk semula. Pemuaian yang sering diketahui adalah pemuaian panjang, luas, dan volume. Berikut pembahasannya:
1.    Pemuaian panjang
Jika suatu benda padat dipanaskan, benda tersebut akan memuai segala arah. Dengan kata lain, ukuran panjang, luas, dan volume benda bertambah. Untuk benda padat yang panjang dan luas penampang yang kecil, kita dapat menganggap benda padat tersebut hanya mengalami pemuaian panjang. 



2.    Pemuaian luas
Jika benda padat yang dipanasi tidak berbentuk batang melainkan berbentuk keping (persegi atau lingkaran), maka yang diperhatikan adalah muai luasnya



3.    Pemuaian volume
Muai volume dapat terjadi pada zat padat, cair, dan gas. Dengan kecenderungan muai volume zat cair lebih besar daripada zat padat dan muai volume zat gas lebih besar daripada zat cair. Sehingga dengan pemberian kalor yang sama, gas lebih cepat mengalami pertambahan volume dari pada jenis benda lainnya. Koefisien mulai volume untuk berbagai jenis gas besarnya sama,



B.    PERPINDAHAN KALOR
Kalor dapat berpindah dari benda yang satu ke benda yang lainnya dengan tiga cara, yaitu konduksi ( hantaran ), konveksi ( aliran ) dan radiasi ( pancaran ).
1.    Konduksi (hantaran)
Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai partikel-partikel zat tersebut. Sehingga kalor dipindahkan melalui tumbukan dari satu partikel ke partikel lain yang berada di dekatnya. Konduksi biasa terjadi pada benda padat, karena ikatan antar partikelnya yang kuat menyebabkan partikel tidak mudah bergerak bebas.  



2.    Konveksi (aliran)
Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Biasanya, perpindahan secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas karena partikel-partikelnya terikat lebih lemah dibandingkan dengan zat padat. 



3.    Radiasi (pancaran)
Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan kalor dari permukana suatu benda dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang dapat berpindah dengan atau tanpa medium. Dan besar daya hantarannya sebanding dengan pangkat empat suhu benda yang meradiasikan gelombang elektromagnetik tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar